Explore Zona Dewasa

Cerita Bokep Kunikmati Pemerkosaan Memek dan Anus 4

  Topoin.com - Vaginaku mulai membasah, sentuhan jemari Jaka sudah berani nakal membelai-belai bibir vaginaku. Udara dingin dan suara hujan membuat nafsuku melambung, Jaka pun kian girang menikmati tubuh mulus majikannya ini. Tiba-tiba Jaka menghentikan aktifitasnya, kulirik dari sela mataku, Jaka mempreteli pakaiannya sendiri sampai bugil. Wah walau bertubuh pendek dan kurus, tapi penis Jaka lumayan juga, lebih panjang dari punya Maman walau pun lebih langsing.

Aku masih pura-pura tidur, Jaka mengangkat dasterku dan bebas melototi vaginaku yang memang tak ber CD. Dielus lagi vaginaku dengan jemarinya, sambil dia naik ke sofa tempatku berbaring.

“Duhhss, Mass.. Rud, cepeetaan dong.. Annii nggak tahaan.. aahhmmpp,” belum selesai ceracauku, Jaka sudah menyumpal bibirku dengan mulutnya. Disedotnya seluruh bibirku dengan nafsu, dan penisnya yang tegang mulai amblas dalam vaginaku. Bleess.. jleepp.., Jaka mulai menggoyangku dengan sangat nafsunya.

“Eiihh.. huuss.. eenaakk sekallii Ani memekmu enaak..,” Jaka terus menggenjotku.

“Aahh.. ohh..,” aku mulai merasa nikmat yang sama menjalari tubuhku, pinggulku kubuat seirama kocokan penis Jaka.

Tapi rupanya gerakanku itu salah, karena membuat nafsu Jaka tak terkendali. Baru lima menit gerakan pinggul kulakukan, tubuh Jaka sudah mengejang kaku diatas tubuhku.

“Ahh.. uueennaakk.. sayaang,” crot.. crot.. Jaka orgasme karena nafsu yang sangat tinggi akibat goyangan dan suara erotisku. Terang saja aku kecewa, aku belum lagi apa-apa, lantas aku bangkit dan membuka mata melotot.

“Jaka.., apa-apaan kamu ini hah..,” sergahku pura-pura marah.

Belum sempat aku lanjutkan kata-kataku, Jaka mengeluarkan sebilah pisau dari bajunya di lantai.

“Jangan berteriak Bu,” pisau tajam itu ditodongkan ke arahku, aku takut.

“Sekarang diam, dan Ibu harus nungging.. ayo nungging. Disini Bu ceppaat,” teriak Jaka sambil menunjuk sisi sofa.

Hujan masih lebat, aku terpaksa nungging dengan dua tangan menekan pinggir Sofa, Jaka berdiri tepat dibelakangku.

“Nah.., akan kubuat Ibu lebih enak dari yang tadi. Anggap saja aku suamimu Bu,” Jaka membelai-belai bokongku, lalu jongkok tepat di belahan bokongku. Tangannya menyibak bongkahan bokongku sehingga vaginaku jelas terlihat olehnya, setelah itu, astaga, Jaka mulai menjilati vaginaku.

“Ahh.. sstt Jakk.. aouhh gelii Jak,” aku tak bisa lagi berpura-pura, jilatan Jaka dalam posisiku nungging begitu terasa nikmat sekali.

Mendengar desahku Jaka makin berani, kini pisau ditangannya sudah dilepas dan ia kembali menjilati vitalku itu. Cukup lama Jaka menciumi dan menjilati vaginaku, sampai kurasa sesuatu mulai mengumpul di paha, pantat dan bibir vaginaku itu. Aku hampir orgasme ketika Jaka menghentikan jilatannya. Tadinya aku mau marah lagi karena orgasmeku batal, tapi setelah jilatan itu lepas, ternyata penis Jaka sudah kembali tegang dan langsung menusuk ke liang nikmatku. Baca selengkapnya!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Bokep Kunikmati Pemerkosaan Memek dan Anus 4"

Posting Komentar