Explore Zona Dewasa

Heboh! Menikmati Pemerkosaan Memek dan Anus 1

  Tradingan.com - Sebut saja namaku Ani, wanita berusia 30 tahun dengan wajah cantik dan kulit kuning langsat. Aku berani bilang aku cantik karena banyak lelaki tergila-gila padaku sewaktu masih kuliah dulu. Mereka bilang aku mirip artis sinetron Bella Saphira atau Jihan Fahira.

Tapi kini aku tak lagi lajang, sejak selesai kuliah 5 tahun lalu, aku menikah dengan Mas Rudi, kakak kuliahku yang aku cintai. Saat ini kami hidup di kota M, dan Mas Rudi bekerja sebagai wartawan pada sebuah media cetak lokal di kota itu.

Kehidupan kami berjalan mulus hingga tahun keempat pernikahan, walaupun kami belum juga dikaruniai buah hati hasil perkawinan kami. Aku sendiri lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, sambil menjaga kios serba ada yang setiap waktu semakin berkembang pesat. Intinya, kami sama-sama bahagia walaupun kadang merasa sepi juga tanpa hadirnya buah hati.

Tapi, sesuatu ternyata terjadi diluar perkiraan kami berdua. Profesi Mas Rudi sebagai wartawan mengharuskannya berhadapan dengan resiko yang rumit. Aku ingat betul saat itu suamiku berseteru dengan seorang pejabat yang kasus KKN nya dibongkar suamiku. Seminggu setelah berseteru, suamiku dianiaya belasan orang tak dikenal, beberapa saat setelah meninggalkan rumah.

Tak parah memang, tapi luka disekujur tubuh Mas Rudi ternyata berpengaruh pada kemampuan seksualnya. Ya, sejak penganiayaan itu, Mas Rudi selalu gagal melakukan tugasnya sebagai suami. Tadinya kami pikir itu akibat shok yang dialami karena penganiayaan, dan dokter yang menangani Mas Rudi pun berpikiran seperti itu. Tapi sudah hampir setahun berlalu, kondisi Mas Rudi tetap tak berubah, malah bisa dibilang semakin parah. Bahkan sekarang, Mas Rudi sudah mulai enggan mencoba melakukan tugasnya memberikan kebutuhan biologis padaku.

“Aku takut kamu malah kecewa sayang,” katanya dengan tatap sedih suatu malam.

Sebagai istri, meskipun tersiksa, aku mencoba untuk tetap setia dan bertahan dengan keadaan itu. Walau terkadang timbul juga ketakutan kalau aku tak bakalan punya anak sampai tua nanti. Lambat tapi pasti, akhirnya aku dan Mas Rudi bisa menepis semua ketakutan itu, dan mulai tenggelam dengan kesibukan kami masing-masing.

Untuk menghilangkan rasa sepi kami, aku dan Mas Rudi mempekerjakan empat orang pembantu dirumah kami. Dua wanita, Ijah berusia 22 tahun, dan Minah berusia 34 tahun, kupekerjakan sebagai pembantu rumah tangga dan penjaga kios serba ada. Sedangkan dua lelaki, Maman berusia 40 tahun, dan Jaka berusia 19 tahun, kupekerjakan sebagai tukang kebun dan penjaga kios serba ada pula. Untuk mereka pula, kami membuat dua buah kamar lagi, dan suasana rumah tak lagi sepi sejak mereka berempat turut tinggal di rumah kami sejak lima bulan lalu.

Malam itu entah apa yang ada dipikiran Mas Rudi. Yang pasti suamiku itu membawa belasan keping VCD porno dan mengajakku menikmati tontonan erotis itu bersama-sama. Waktu itu jam menunjuk angka 11.30 malam, dan kami berdua sudah berbaring di ranjang kamar, sementara adegan porno dilayar TV sudah mulai tayang.

Terlihat jelas bagaimana gadis Cina dalam VCD itu merintih dan mengerang ketika lidah lelaki cina pasangan mainnya menjilati bibir-bibir vaginanya, terlihat jelas juga bagaimana rintih kenikmatan keduanya ketika kelamin mereka bersatu dalam senggama. Tak bisa kupungkiri, aliran darahku cepat terpacu dan kehausanku akan kebutuhan itu semakin menjadi-jadi.

Mas Rudi masih terdiam di sampingku, namun mendadak tangannya mulai merayap dan meraba bagian tubuh sensitifku.

“Sayang, mungkin aku nggak bisa memberimu kepuasan seperti itu. Tapi aku akan berusaha membahagiakanmu,” katanya sambil mulai menciumi sekujur tubuhku. Satu persatu pakaian kami terbuka hingga akhirnya kami benar-benar bugil.

Astaga, penis suamiku tetap saja layu meski adegan di TV sudah membakar nafsu kami berdua. Sebagai istri aku berinisiatif mengulum dan menjilati penis Mas Rudi yang layu, tapi tak juga ada perubahan sampai aku lelah sendiri.

Akhirnya Mas Rudi bangkit dan mengambil sesuatu dari balik lemari kami, penis karet dengan vibrator elektrik. Alat itu baru dibelinya, karena selama ini aku selalu menolak menggunakan alat bantu semacam itu. Aku selalu berpikir jika pakai alat itu sama saja aku melakukannya dengan orang lain, bukan dengan suamiku. Baca selengkapnya!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Heboh! Menikmati Pemerkosaan Memek dan Anus 1"

Posting Komentar