Explore Zona Dewasa

Viral Kenangan Jilat Anal Lia Sampai Berlendir

  Aopok.com - Aku lupa kapan aku mulai mimpi basah. Tapi rasa-rasanya, mimpiku itu terlambat datang dibandingkan dengan mulainya aku melakukan onani. Sejak kecil, mulai belum disunat, aku memang biasa memegang-megang batang kemaluanku bila aku bangun pagi. Aku senang merasakan ketegangannya sebelum pipis. Orangtuaku hanya tertawa dan merasa lucu dengan tingkah-lakuku itu. Itu berlanjut hingga aku sudah disunat. Walau itu tergolong onani, namun aku belum merasakan kenikmatan ejakulasi yang sesungguhnya sampai aku bertemu Ery, saudaraku dari kota lain. Ya, saat itu aku kelas lima SD. Waktu itu Ery bersama orang tuanya datang ke rumah kami. Ery sebaya denganku. Badannya agak besar dibandingkan dengan aku, tapi Ery orang yang lembut. Kami senang bermain bersama. Waktu malam tiba, aku disuruh ibuku tidur bersama Ery di kamarku.


Entah mengapa, malam semakin larut tapi kami terus bercanda, sambil saling meggelitik dan tertawa cekikikan. Lama-lama, gelitikan Ery mengarah ke pahaku, naik ke perutku, lalu tangannya dimasukkannya ke celana dalamku. Batang kemaluanku dimainkannya dengan tangannya, dengan sentuhan-sentuhan yang sangat nikmat kurasakan. Seingatku, itulah saat pertama orang lain memainkan batang kemaluanku. Batang kemaluanku itu mulai menegang, seiring denyut jantungku. Aku tidak mengerti mengapa aku saat itu hanya bisa diam sambil memejamkan mata. Ery melepas celana, dan kemudian ditariknya celana dalamku hingga ke paha sampai kemaluanku dapat berdiri tegak. Sambil berbaring dan memejamkan mata, kurasakan Ery begitu lembut mengocok kemaluanku itu. Mulutku setengah menganga, dan mendesiskan desah yang sangat dalam.Tidak lama berselang, aku merasa kenikmatan yang tiada taranya menyelimuti diriku, aku menggelinjang, dan, “Crit.. crit.. crit..” terasa ada cairan yang keluar memancar dari kemaluanku, dan meleleh hangat di paha dan perutku.
Aku menahan jeritan lirihku sambil menggigit selimut. Aku heran melihat cairan itu, berbeda dengan air kencingku. Ery bilang itu namanya air mani. Kesan pertama itu begitu melekat dalam ingatanku. Aku pun ingat, bagaimana Ery kemudian menyeka maniku dengan baju. Ery senyum, sambil menyodorkan celana kepadaku kembali. Pada saat itu, hal itu berlalu biasa saja. Kami kemudian ngantuk dan tertidur.

Esok malamnya, waktu orang tua kami mulai ngantuk, kami disuruh tidur. Aku menunggu-nunggu waktu itu, untuk main gelitikan lagi. Kemudian kuajak Ery melakukan hal yang sama seperti kemarin malam. Ery bilang, malam itu dia ingin digituin sama aku. Ery kemudian membuka celananya. Tanpa dikomando, langsung saja celana dalam katunnya kutarik sebatas lutut. Kemudian, kumainkan kemaluannya pelan-pelan. Kugoyang batangnya yang kulihat lebih panjang dan besar dibandingkan dengan kemaluanku itu. Jantungku berdesir, terasa perasaan senang yang mencekam. Aku juga suka melihatnya, karena kemaluannya sudah ditumbuhi bulu cukup lebat, sementara kemaluanku baru mulai berbulu sedikit. Ery menggeliat-geliat ketika kemaluannya menegang, kurasakan sangat keras dan hangat. Tidak lama kemudian Ery mendesah lirih, saat maninya memancar, “Ahh..” katanya.
Malam itu, aku kemudian minta dionani oleh Ery. Setelah itu kami tidur pulas.

Aku suka pergi berenang. Aku senang olahraga ini, karena walaupun melelahkan, tetapi ada kepuasan tersendiri melihat orang berpakaian minim. Aku menyukai mencuri pandang menikmati bentuk tubuh orang, cewek, terlebih cowok. Lekuk tubuh laki-laki menurutku lebih seksi dan menggiurkan nafsu seksualku. Dengan melihat sedikit tonjolan batang kemaluannya saja, sudah cukup mengobarkan nafsuku. Tidak jarang aku melakukan onani di kamar ganti selepas berenang, sambil berkhayal menikmati tubuh cewek atau cowok yang kulihat di kolam tadi. Namun, jujur saja aku termasuk orang yang penakut bila membicarakan masalah hubungan seks dengan orang lain, dan aku belum pernah berhubungan seks dengan orang lain selain peristiwa yang kualami dengan Ery itu. Aku menikmati seks dengan caraku sendiri. Onani. Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral Kenangan Jilat Anal Lia Sampai Berlendir"

Posting Komentar